<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Beyond</title>
	<atom:link href="http://beyond.elmosphere.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://beyond.elmosphere.com</link>
	<description>Faith &#124; World</description>
	<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 04:05:59 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Dangerous Freedom</title>
		<link>http://beyond.elmosphere.com/?p=21</link>
		<comments>http://beyond.elmosphere.com/?p=21#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 04:05:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Bread]]></category>

		<category><![CDATA[Galatia]]></category>

		<category><![CDATA[Galatians]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beyond.elmosphere.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Dangerous Freedom
READ: Galatians 5:1-6,16-21
Do not use liberty as an opportunity for the flesh, but through love serve one another. —Galatians 5:13
Freedom is dangerous in the hands of those who don’t know how to use it. That’s why criminals are confined in prisons with barbed wire, steel bars, and concrete barriers. Or consider a campfire that [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dangerous Freedom</p>
<p>READ: Galatians 5:1-6,16-21</p>
<p>Do not use liberty as an opportunity for the flesh, but through love serve one another. —Galatians 5:13</p>
<p>Freedom is dangerous in the hands of those who don’t know how to use it. That’s why criminals are confined in prisons with barbed wire, steel bars, and concrete barriers. Or consider a campfire that is allowed to spread in a dry forest. It quickly becomes a blazing inferno. Unchecked freedom can create chaos.<br />
<span id="more-21"></span><br />
Nowhere is this more evident than in the Christian life. Believers are free from the law’s curse, its penalty, and its guilt-producing power. Fear, anxiety, and guilt are replaced by peace, forgiveness, and liberty. Who could be more free than one who is free in the depths of his soul? But here is where we often fail. We use freedom’s luxury to live selfishly, or we claim ownership of what God has merely entrusted to us. We slip into patterns of self-indulgent living, especially in affluent societies.</p>
<p>The proper use of freedom is “faith working through love” to serve one another (Gal. 5:6,13). When we rely on the Spirit and expend our energies on loving God and helping others, the destructive works of the flesh will be restrained by God (vv.16-21). So let’s always use our liberty to build up, not to tear down.</p>
<p>Like a raging fire, freedom without limits is dangerous. But when controlled, it is a blessing to all.  — Dennis J. De Haan</p>
<p>Christ came to give us liberty<br />
By dying in our place;<br />
Now with new freedom we are bound<br />
To share His love and grace. —D. De Haan</p>
<p>Freedom doesn’t give us the right to do what we please, but to do what pleases God.</p>
<p>Santapan Rohani  -  2009-7-4</p>
<p>Kebebasan Berbahaya</p>
<p>Baca: Galatia 5:1-6,16-21</p>
<p>Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. —Galatia 5:13</p>
<p>Kebebasan dapat membahayakan di tangan orang yang tidak mengetahui bagaimana menggunakannya. Itulah alasan mengapa para penjahat dimasukkan di penjara yang berpagar duri, berdinding baja, dan berbatas beton. Atau bayangkan api unggun yang dibiarkan menyala di hutan kering. Api ini dengan cepat menjadi kebakaran dahsyat. Kebebasan tanpa kendali dapat menyebabkan kekacauan.<br />
Tidak ada yang lebih berarti dibandingkan dengan hidup kekristenan. Umat percaya bebas dari kutukan hukum, penghukumannya, dan kuasa yang menyebabkan rasa bersalah. Ketakutan, kekhawatiran, dan rasa bersalah telah digantikan oleh kedamaian, pengampunan, dan kemerdekaan. Siapa yang dapat merasa lebih merdeka dibandingkan dengan orang yang telah dimerdekakan jiwanya? Namun, dalam kondisi inilah, kita sering gagal. Kita sering menggunakan kemerdekaan ini untuk hidup menuruti kedagingan, atau kita merasa berhak atas apa yang telah Allah percayakan kepada kita. Kita tergelincir ke dalam pola kehidupan yang terlalu baik bagi diri sendiri, terutama di masyarakat kelas atas.</p>
<p>Menggunakan kebebasan secara tepat adalah dengan &#8220;iman yang bekerja oleh kasih&#8221; untuk saling melayani (Gal. 5:6,13). Ketika kita bersandar kepada Roh Kudus dan menggunakan energi kita untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama, maka perbuatan daging yang menghancurkan akan dikendalikan-Nya (ay.16-21). Marilah kita selalu menggunakan kebebasan kita untuk membangun, bukan untuk meruntuhkan.</p>
<p>Seperti api yang dahsyat, kebebasan tanpa batas sungguh berbahaya. Namun jika dikendalikan, kebebasan dapat menjadi berkat. —DJD</p>
<p>Kristus datang ‘tuk memberiku kebebasan<br />
Dengan mati menggantikanku;<br />
Sekarang dengan kebebasan baru kita terikat<br />
‘Tuk bagikan kasih dan anugerah-Nya. —D. De Haan</p>
<p>Kebebasan tidak memberi kita hak untuk melakukan apa yang kita suka, tetapi apa yang menyukakan Allah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beyond.elmosphere.com/?feed=rss2&amp;p=21</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>A Powerful Message</title>
		<link>http://beyond.elmosphere.com/?p=19</link>
		<comments>http://beyond.elmosphere.com/?p=19#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 17:11:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Bread]]></category>

		<category><![CDATA[1 Corinthians]]></category>

		<category><![CDATA[1 Korintus]]></category>

		<category><![CDATA[Genesis]]></category>

		<category><![CDATA[Kejadian]]></category>

		<category><![CDATA[Roma]]></category>

		<category><![CDATA[Romans]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beyond.elmosphere.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[A Powerful Message
READ: 1 Corinthians 1:18-25
The gospel of Christ . . . is the power of God to salvation for everyone who believes. —Romans 1:16
Bible teacher Lehman Strauss was brought to Christ through the power of the Word when he was young. At his girlfriend’s suggestion, he read Romans 3:23, 5:8, and 10:13. As he [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A Powerful Message</p>
<p>READ: 1 Corinthians 1:18-25</p>
<p>The gospel of Christ . . . is the power of God to salvation for everyone who believes. —Romans 1:16</p>
<p>Bible teacher Lehman Strauss was brought to Christ through the power of the Word when he was young. At his girlfriend’s suggestion, he read Romans 3:23, 5:8, and 10:13. As he did, he was convicted of his sin. He wept and believed.</p>
<p>When his son Richard was 7 years old, he asked his father how to be saved. Lehman used the same verses that his girlfriend (who was now his wife) had used years earlier. His son believed too, and eventually became a pastor.</p>
<p><span id="more-19"></span>God’s Word has tremendous power! The first recorded time God spoke, He created light (Gen. 1:3). He spoke a promise to Abraham (17:15-19) and enabled his 90-year-old wife Sarah to bear a child (21:1-2). God still speaks with power today, and all who hear and believe the gospel are saved (Rom. 1:16).</p>
<p>Yes, the message of Christ and His saving work on the cross can change the direction of a person’s life. It has the power to reach the heart of that person you love and have prayed for many times.</p>
<p>So don’t give up in your witness. Be consistent in your daily walk. Keep praying and sharing the gospel with others. It’s a powerful message! — David C. Egner</p>
<p>Sweetly echo the gospel call—<br />
Wonderful words of life;<br />
Offer pardon and peace to all—<br />
Wonderful words of life. —Bliss</p>
<p>Our words have power to influence; God’s words have power to save.</p>
<p>Santapan Rohani - 2009-6-23</p>
<p>Pesan Penuh Kuasa</p>
<p>Baca: 1 Korintus 1:18-25</p>
<p>Injil . . . adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. —Roma 1:16</p>
<p>Lehman Strauss, seorang pengajar Alkitab, mengenal Kristus melalui kuasa firman Allah ketika ia masih muda. Atas anjuran kekasihnya, ia membaca Roma 3:23, 5:8, dan 10:13. Saat membaca ayat-ayat ini, Lehman menyadari keberadaan dirinya yang berdosa. Ia pun menangis, lalu menjadi percaya.<br />
Ketika putranya, Richard, berusia 7 tahun, ia bertanya kepada ayahnya bagaimana caranya supaya dapat diselamatkan. Lehman menggunakan ayat-ayat sama yang digunakan kekasihnya (sekarang telah menjadi istrinya) bertahun-tahun sebelumnya. Richard pun menjadi percaya, dan bahkan akhirnya menjadi pendeta.</p>
<p>Firman Allah mempunyai kuasa yang luar biasa! Dalam catatan pertama di mana Allah berfirman, Dia menciptakan terang (Kej. 1:3). Dia mengucapkan janji kepada Abraham (17:15-19) dan memampukan istrinya yang berusia 90 tahun untuk melahirkan seorang anak (21:1-2). Allah masih berfirman dengan penuh kuasa sekarang ini, dan semua yang mendengar dan memercayai Injil akan diselamatkan (Rm. 1:16).</p>
<p>Ya, pesan tentang Kristus dan karya penyelamatan-Nya di kayu salib dapat mengubah arah kehidupan seseorang. Berita ini memiliki kuasa untuk menjangkau hati orang-orang yang Anda kasihi dan yang telah sering Anda doakan.</p>
<p>Jadi, jangan menyerah di dalam memberitakan kesaksian Anda. Tetaplah konsisten dalam perjalanan hidup Anda sehari-hari. Tekunlah berdoa dan memberitakan Injil kepada orang lain. Injil adalah berita yang penuh kuasa! —JDE</p>
<p>Manislah gema Injil-Nya,<br />
Firman Kehidupan;<br />
Damai, ampunan dib’ri-Nya,<br />
Firman Kehidupan. —Bliss</p>
<p>Perkataan kita berkuasa untuk memengaruhi; firman Allah berkuasa untuk menyelamatkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beyond.elmosphere.com/?feed=rss2&amp;p=19</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>My Two Cents</title>
		<link>http://beyond.elmosphere.com/?p=17</link>
		<comments>http://beyond.elmosphere.com/?p=17#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 15:35:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Bread]]></category>

		<category><![CDATA[Acts]]></category>

		<category><![CDATA[Amsal]]></category>

		<category><![CDATA[Church]]></category>

		<category><![CDATA[God]]></category>

		<category><![CDATA[Kisah Para Rasul]]></category>

		<category><![CDATA[Love]]></category>

		<category><![CDATA[Proverbs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beyond.elmosphere.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[My Two Cents
READ: Acts 2:40-47
Do not withhold good from those to whom it is due, when it is in the power of your hand to do so. —Proverbs 3:27
Recently, our family had to change Internet cable services. Our former provider promised to send us a postage-paid box to mail their equipment back to them. We [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>My Two Cents</strong></p>
<p><em>READ: Acts 2:40-47</em></p>
<p>Do not withhold good from those to whom it is due, when it is in the power of your hand to do so. —Proverbs 3:27</p>
<p>Recently, our family had to change Internet cable services. Our former provider promised to send us a postage-paid box to mail their equipment back to them. We waited. No box came. I phoned. The promised box still did not arrive, but we did get a bill for the equipment!</p>
<p><span id="more-17"></span>Wanting to get this resolved, I decided to return it at my own expense. I sent several faxes asking if they received it—but no reply. Then I got a refund check of $.02 for the returned equipment! An experience like that can be frustrating. A simple transaction was complicated by poor communication.</p>
<p>Sadly, some people in our churches may encounter an impersonal response to their needs. Whether seeking marital counseling, childcare, guidance for a troubled teen, or a loving community, they come away feeling uncared for.</p>
<p>The first-century church was not perfect, but it faithfully helped others. The church at Jerusalem “divided [their goods] among all, as anyone had need” (Acts 2:45).</p>
<p>Good communication is the starting point for learning others’ needs. This enables us to provide personal and practical help to people when they need it. Resources, both material and spiritual, can then be directed to each person as the object of God’s personal love. — Dennis Fisher</p>
<p>All who serve within the church<br />
Should show by word and deed<br />
A sensitivity to those<br />
Who have a special need. —D. De Haan</p>
<p>God cares for you—care for others.</p>
<p>Santapan Rohani - 2009-6-16</p>
<p>Uang 2000</p>
<p>Baca: Kisah Para Rasul 2:40-47</p>
<p>Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. —Amsal 3:27</p>
<p>Baru-baru ini, keluarga kami harus mengganti penyedia layanan Internet. Penyedia kami yang sebelumnya berjanji akan mengirimkan sebuah kotak kosong untuk membungkus dan mengirimkan kembali peralatan mereka dengan biaya kirim yang telah dibayar. Kami menanti. Tidak ada kotak yang datang. Saya menelepon. Kotak yang dijanjikan belum juga tiba, justru kami menerima tagihan untuk peralatan ini!<br />
Ingin agar hal ini cepat selesai, saya mengirimkan kembali peralatan itu dengan biaya pribadi. Saya mengirimkan sejumlah faks untuk bertanya apakah mereka telah menerimanya—tetapi tidak ada jawaban. Lalu, saya menerima cek pengembalian sebesar Rp. 2.000,- untuk peralatan yang saya kembalikan! Pengalaman seperti itu dapat membuat frustrasi. Suatu transaksi sederhana dipersulit oleh komunikasi yang kurang baik.</p>
<p>Amat disayangkan, sejumlah jemaat di gereja kita mungkin mendapatkan tanggapan yang kurang baik atas kebutuhan mereka. Baik ketika mereka memerlukan konseling pernikahan, perawatan anak, bimbingan bagi remaja bermasalah, atau komunitas yang penuh kasih, mereka justru merasa tidak dipedulikan.</p>
<p>Gereja mula-mula tidak sempurna, tetapi jemaatnya saling menolong. Gereja di Yerusalem &#8220;membagi-bagikan [harta miliknya] kepada semua orang, sesuai dengan keperluan masing-masing&#8221; (Kis. 2:45).</p>
<p>Komunikasi yang baik adalah titik awal untuk belajar mengetahui kebutuhan orang lain. Hal ini memampukan kita untuk menyediakan bantuan secara pribadi dan praktis bagi mereka yang membutuhkan. Sumber daya, baik materi maupun rohani, dapat ditujukan kepada setiap orang sebagai sasaran dari kasih Allah sendiri. —HDF</p>
<p>Semua yang melayani di gereja seharusnya<br />
Menunjukkan melalui perkataan dan perbuatan<br />
Suatu kepekaan kepada mereka<br />
Yang membutuhkan bantuan khusus. —D. De Haan</p>
<p>Allah peduli kepada Anda—pedulilah kepada sesama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beyond.elmosphere.com/?feed=rss2&amp;p=17</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pay It Forward</title>
		<link>http://beyond.elmosphere.com/?p=13</link>
		<comments>http://beyond.elmosphere.com/?p=13#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 06:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Bread]]></category>

		<category><![CDATA[God]]></category>

		<category><![CDATA[Hati]]></category>

		<category><![CDATA[Heart]]></category>

		<category><![CDATA[Jesus]]></category>

		<category><![CDATA[John]]></category>

		<category><![CDATA[Kebaikan]]></category>

		<category><![CDATA[Love]]></category>

		<category><![CDATA[Yesus]]></category>

		<category><![CDATA[Yohanes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beyond.elmosphere.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[READ: John 13:3-15
I have given you an example, that you should do as I have done to you. —John 13:15
Pay It Forward is a movie about a 12-year-old’s plan to make a difference in the world. Motivated by a teacher at his school, Trevor invites a homeless man to sleep in his garage. Unaware of [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>READ: John 13:3-15</strong></p>
<p>I have given you an example, that you should do as I have done to you. —John 13:15</p>
<p>Pay It Forward is a movie about a 12-year-old’s plan to make a difference in the world. Motivated by a teacher at his school, Trevor invites a homeless man to sleep in his garage. Unaware of this arrangement, his mother awakens one evening to find the man working on her truck. Holding him at gunpoint, she asks him to explain himself. He shows her that he has successfully repaired her truck and tells her about Trevor’s kindness. He says, “I’m just paying it forward.”</p>
<p><span id="more-13"></span><br />
I think this is what Jesus had in mind in one of His last conversations with His disciples. He wanted to show them the full extent of His love. So before their last meal together, He took off His outer garment, wrapped a towel around His waist, and began to wash His disciples’ feet. This was shocking because only slaves washed feet. It was an act of servanthood and a symbol that pointed to Jesus’ sacrifice, passion, and humiliation on the cross. His request to His disciples was: “If I then, your Lord and Teacher, have washed your feet, you also ought to wash one another’s feet” (John 13:14). They were to “pay it forward.”</p>
<p>Imagine how different our world would look if we gave the kind of love to others that God has given us through Jesus. — Marvin Williams</p>
<p>Christ’s example teaches us<br />
That we should follow Him each day,<br />
Meeting one another’s needs,<br />
Though humble service be the way. —Hess</p>
<p>To know love, open your heart to Jesus. To show love, open your heart to others.</p>
<p>Santapan Rohani - 2009-6-2</p>
<p>Meneruskan Kebaikan</p>
<p>Baca: Yohanes 13:3-15</p>
<p>Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. —Yohanes 13:15</p>
<p>Pay It Forward (Meneruskan Kebaikan) adalah sebuah film yang bercerita tentang rencana seorang anak berumur 12 tahun untuk memberikan pengaruh di dunia ini. Termotivasi oleh seorang gurunya di sekolah, Trevor mengundang seorang tunawisma untuk tidur di garasinya. Karena tidak mengetahui keberadaan tunawisma itu di garasi rumah, suatu malam ibu Trevor terbangun dan melihat pria tunawisma itu sedang memperbaiki truknya. Sambil menodongkan senjata, ibu Trevor memaksa pria itu untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa yang sedang dilakukannya. Pria itu mengatakan bahwa ia telah berhasil memperbaiki truk wanita itu dan menceritakan padanya tentang kebaikan Trevor. Pria itu berkata, &#8220;Aku hanya meneruskan kebaikan yang telah Trevor berikan bagiku.&#8221;<br />
Saya pikir inilah yang ada di dalam benak Yesus di salah satu percakapan terakhir-Nya dengan para murid-Nya. Dia ingin menunjukkan pada mereka seberapa luas kasih-Nya. Jadi, sebelum perjamuan mereka yang terakhir, Dia menanggalkan jubah-Nya, mengikatkan sehelai kain di pinggang-Nya, dan mulai membasuh kaki para murid-Nya. Tindakan ini sangat mengejutkan sebab hanya budak yang bertugas membasuh kaki. Ini merupakan bentuk pelayanan dan simbol yang merujuk pada pengorbanan, penderitaan, dan rasa dipermalukan yang dialami Yesus di kayu salib. Permintaan-Nya pada para murid-Nya adalah: &#8220;Jadi jikalau aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu&#8221; (Yoh. 13:14). Mereka diminta &#8220;meneruskan kebaikan&#8221; yang telah Yesus lakukan.</p>
<p>Bayangkan betapa berbedanya dunia ini, jika kita mengasihi sesama dengan kasih yang telah kita terima dari Allah melalui Yesus. —MLW</p>
<p>Teladan Kristus mengajar kita<br />
Bahwa kita patut mengikut Dia setiap hari,<br />
Saling memenuhi kebutuhan sesama,<br />
Walaupun hanya melalui pelayanan yang sederhana. —Hess</p>
<p>Untuk mengenal kasih, bukalah hatimu bagi Yesus. Untuk menunjukkan kasih, bukalah hatimu bagi sesama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beyond.elmosphere.com/?feed=rss2&amp;p=13</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Kita Dunia Babel?</title>
		<link>http://beyond.elmosphere.com/?p=11</link>
		<comments>http://beyond.elmosphere.com/?p=11#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 01:02:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>

		<category><![CDATA[Babel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beyond.elmosphere.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Tidak bisa dipungkiri, kita semakin lama semakin terpuruk jauh ke dalam suatu lingkaran setan. Dunia kita dunia babel.. banyak orang yang mencari kesenangan sementara demi kepuasan sesaat.. Apakah yang engkau cari, hai manusia? Tidak cukupkah dengan berbuat kebaikan dan berjalan dalam kebenaran? Engkau begitu lemah.. engkau dikuasai hawa nafsu, dagingmu sungguh lemah..
Manusia lebih memilih hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak bisa dipungkiri, kita semakin lama semakin terpuruk jauh ke dalam suatu lingkaran setan. Dunia kita dunia babel.. banyak orang yang mencari kesenangan sementara demi kepuasan sesaat.. Apakah yang engkau cari, hai manusia? Tidak cukupkah dengan berbuat kebaikan dan berjalan dalam kebenaran? Engkau begitu lemah.. engkau dikuasai hawa nafsu, dagingmu sungguh lemah..</p>
<p><span id="more-11"></span>Manusia lebih memilih hal yang bersifat duniawi daripada diam dan menjadi orang yang benar di mata Tuhan.. Manusia menyukai hal yang bersifat sementara dan membinasakan.. daripada mencari ketenangan dalam Tuhan.. Manusia, dimanakah letak kekuatanmu dan kekuasaanmu? Engkau hanya dibentuk dari debu dan tanah..</p>
<p>&#8220;Karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya.&#8221; (Wahyu 18:3)</p>
<p>Tuhan tidak menciptakanmu menjadi manusia yang hidup dalam kedagingan.. Tapi dosa mengikat manusia begitu erat dan menikmati kesenangan di dalamnya..</p>
<p>&#8220;berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung. Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kepalaran; dan ia akan dibakar dengan api, karna Tuhan Allah, yang menghakimi dia, adalah kuat.&#8221; (Wahyu 18:8)</p>
<p>Sesungguhnya Ia akan datang ke dunia ini untuk kedua kalinya.. melakukan penghakiman.. Ia adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terakhir&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beyond.elmosphere.com/?feed=rss2&amp;p=11</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Faith Of A Child</title>
		<link>http://beyond.elmosphere.com/?p=7</link>
		<comments>http://beyond.elmosphere.com/?p=7#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 10:41:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Bread]]></category>

		<category><![CDATA[Faith]]></category>

		<category><![CDATA[God]]></category>

		<category><![CDATA[Matius]]></category>

		<category><![CDATA[Matthew]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beyond.elmosphere.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[READ: Matthew 18:1-5
Unless you are converted and become as little children, you will by no means enter the kingdom of heaven. —Matthew 18:3
One Sunday I heard Mike talk about his relationship with his two fathers—the one who raised him as a child, and his Father in heaven.
First he described his childhood trust toward his earthly [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>READ: Matthew 18:1-5</p>
<p>Unless you are converted and become as little children, you will by no means enter the kingdom of heaven. —Matthew 18:3</p>
<p>One Sunday I heard Mike talk about his relationship with his two fathers—the one who raised him as a child, and his Father in heaven.</p>
<p>First he described his childhood trust toward his earthly father as “simple and uncomplicated.” He expected his dad to fix broken things and to give advice. He dreaded displeasing him, however, because he often forgot that his father’s love and forgiveness always followed.</p>
<p><span id="more-7"></span>Mike continued, “Some years ago I made a mess of things and hurt a lot of people. Because of my guilt, I ended a happy, simple relationship with my heavenly Father. I forgot that I could ask Him to fix what I had broken and seek His advice.”</p>
<p>Years passed. Eventually Mike became desperate for God, yet he wondered what to do. His pastor said simply, “Say you’re sorry to God, and mean it!”</p>
<p>Instead, Mike asked complicated questions, like: “How does this work?” and “What if . . .?”</p>
<p>Finally his pastor prayed, “Please, God, give Mike the faith of a child!” Mike later testified joyfully, “The Lord did!”</p>
<p>Mike found closeness with his heavenly Father. The key for him and for us is to practice the simple and uncomplicated faith of a child. — Joanie Yoder</p>
<p>Have you noticed that the childlike faith<br />
Of a little girl or boy<br />
Has so often shown to older folks<br />
How to know salvation’s joy? —Branon</p>
<p>Faith shines brightest in a childlike heart.</p>
<p><span style="color: #ff9900;"><strong>IMAN SEORANG ANAK</strong></span></p>
<p>Baca: Matius 18:1-5</p>
<p>Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. —Matius 18:3</p>
<p>Di suatu hari Minggu saya mendengar Mike menceritakan hubungannya dengan dua bapanya—bapa yang membesarkannya sebagai anak dan Bapanya di surga.<br />
Pertama, ia menjelaskan bahwa pada masa kecil, keyakinannya terhadap bapa duniawinya adalah &#8220;simpel dan tidak rumit.&#8221; Ia tahu ayahnya dapat memperbaiki barang yang rusak dan memberinya nasihat. Namun, Mike takut membuat ayahnya kecewa, karena ia sering lupa bahwa sekalipun ia mengecewakan ayahnya, ia tetap diampuni dan dikasihi.</p>
<p>Mike melanjutkan, &#8220;Beberapa tahun lalu saya membuat masalah besar dan melukai banyak orang. Karena kesalahan itu, saya mengakhiri hubungan yang bahagia dan simpel dengan Bapa saya yang di surga. Saya lupa bahwa saya dapat meminta-Nya untuk memperbaiki apa yang telah saya rusak dan meminta nasihat-Nya.&#8221;</p>
<p>Tahun demi tahun berlalu. Pada suatu saat, Mike begitu merindukan Allah, tetapi ia bingung apa yang harus dilakukan. Pendetanya hanya berkata, &#8220;Minta ampunlah kepada Allah, dan bersungguh-sungguhlah ketika melakukannya!&#8221;</p>
<p>Namun, Mike malah mengajukan pertanyaan-pertanyaan rumit, seperti: &#8220;Bagaimana cara melakukannya?&#8221; dan &#8220;Bagaimana jika . . . ?&#8221;</p>
<p>Akhirnya pendetanya berdoa, &#8220;Kami mohon ya Allah, berilah Mike iman seperti seorang anak kecil!&#8221; Setelah itu, Mike bersaksi dengan sukacita, &#8220;Tuhan memang memberikan iman seperti itu!&#8221;</p>
<p>Mike kembali menemukan kedekatan dengan Bapa surgawinya. Kunci baginya dan bagi kita adalah dengan berjalan dalam iman yang simpel dan tidak rumit, seperti iman seorang anak kecil. —JEY</p>
<p>Pernahkah Anda memerhatikan bahwa iman seorang anak<br />
Entahkah itu anak perempuan atau anak laki-laki<br />
Sering menunjukkan kepada orang yang lebih tua<br />
Bagaimana menikmati sukacita keselamatan? —Branon</p>
<p>Iman bersinar paling terang di dalam hati yang seperti hati seorang anak kecil.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beyond.elmosphere.com/?feed=rss2&amp;p=7</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Don&#8217;t Waste Your Breath</title>
		<link>http://beyond.elmosphere.com/?p=3</link>
		<comments>http://beyond.elmosphere.com/?p=3#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 06:14:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Bread]]></category>

		<category><![CDATA[Acts]]></category>

		<category><![CDATA[Breath]]></category>

		<category><![CDATA[God]]></category>

		<category><![CDATA[Kisah Para Rasul]]></category>

		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<category><![CDATA[Mazmur]]></category>

		<category><![CDATA[Psalm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beyond.elmosphere.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Let everything that has breath praise the Lord. —Psalm 150:6
If I were to scoop up a handful of dirt and blow into it, all I would get is a dirty face. When God did it, He got a living, breathing human being capable of thinking, feeling, dreaming, loving, reproducing, and living forever.
As one of these [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Let everything that has breath praise the Lord. —Psalm 150:6</p>
<p>If I were to scoop up a handful of dirt and blow into it, all I would get is a dirty face. When God did it, He got a living, breathing human being capable of thinking, feeling, dreaming, loving, reproducing, and living forever.</p>
<p>As one of these human beings, I speak of “catching” my breath, “holding” my breath, or “saving” my breath, but these are idioms of language. I cannot save my breath for use at a later time. If I don’t use the one I have now, I’ll lose it, and I may even lose consciousness.<br />
<span id="more-3"></span>When God breathed into Adam, He gave more than life; He gave a reason to live: Worship! As the psalmist said, “Let everything that has breath praise the Lord” (Ps. 150:6).</p>
<p>This means that we waste our breath when we use it for something that doesn’t honor the One in whom “we live and move and have our being” (Acts 17:28).</p>
<p>Although we cannot blow life into a handful of dirt, we can use our breath to speak words of comfort, to sing songs of praise, and to run to help the sick and oppressed. When we use our breath to honor our Creator with our unique combination of talents, abilities, and opportunities, we will never be wasting it. — Julie Ackerman Link</p>
<p>Breathe on me, Breath of God,<br />
Fill me with life anew,<br />
That I may love what Thou dost love,<br />
And do what Thou wouldst do. —Hatch</p>
<p>All that I am and have I owe to Jesus.</p>
<p>JANGAN SIA-SIAKAN NAPASMU</p>
<p>Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya! —Mazmur 150:6</p>
<p>Jika saya mengambil segenggam debu lalu meniupnya, yang saya dapatkan hanyalah wajah yang kotor. Namun ketika Allah yang melakukannya, Dia membentuk manusia yang hidup dan bernapas, makhluk yang mampu berpikir, memiliki perasaan, bermimpi, mengasihi, berkembang biak, dan hidup selamanya.<br />
Sebagai salah seorang manusia, saya berbicara tentang bernapas &#8220;terengah-engah&#8221;, &#8220;menahan&#8221; napas, atau &#8220;menyimpan&#8221; napas saya, tetapi ini hanyalah ungkapan bahasa saja. Saya tidak dapat menahan napas saya untuk dipakai di waktu mendatang. Jika saya tidak menggunakan napas yang ada sekarang, saya akan kehilangan napas, dan saya bahkan mungkin kehilangan kesadaran.</p>
<p>Saat Allah menghembuskan napas kehidupan kepada Adam, Dia memberinya lebih dari sekadar hidup; Dia memberinya satu alasan untuk hidup: Menyembah-Nya! Seperti yang dikatakan Pemazmur, &#8220;Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN&#8221; (Mzm. 150:6).</p>
<p>Ini artinya, kita sedang menyia-nyiakan napas ketika kita menggunakannya untuk melakukan sesuatu yang tidak menghormati Allah yang di dalam-Nya &#8220;kita hidup, kita bergerak&#8221; (Kis. 17:28).</p>
<p>Meskipun kita tidak dapat menghembuskan napas kita untuk menghidupkan segenggam debu, kita dapat menggunakan napas kita untuk mengucapkan kata-kata yang menghibur, menyanyikan lagulagu pujian, dan berusaha menolong orang yang sakit dan tertindas. Ketika kita menggunakan napas untuk menghormati Pencipta kita, dengan perpaduan unik dari bakat, kemampuan, dan kesempatan yang kita miliki, kita tidak akan pernah menyia-nyiakannya. —JAL</p>
<p>Ya hembuskan Roh-Mu,<br />
Beriku hidup yang baru,<br />
Agar tiap perbuatanku,<br />
Meniru perbuatan-Mu. —Hatch</p>
<p>Aku berutang kepada Yesus atas diriku dan semua milikku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beyond.elmosphere.com/?feed=rss2&amp;p=3</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
