My Two Cents
My Two Cents
READ: Acts 2:40-47
Do not withhold good from those to whom it is due, when it is in the power of your hand to do so. —Proverbs 3:27
Recently, our family had to change Internet cable services. Our former provider promised to send us a postage-paid box to mail their equipment back to them. We waited. No box came. I phoned. The promised box still did not arrive, but we did get a bill for the equipment!
Wanting to get this resolved, I decided to return it at my own expense. I sent several faxes asking if they received it—but no reply. Then I got a refund check of $.02 for the returned equipment! An experience like that can be frustrating. A simple transaction was complicated by poor communication.
Sadly, some people in our churches may encounter an impersonal response to their needs. Whether seeking marital counseling, childcare, guidance for a troubled teen, or a loving community, they come away feeling uncared for.
The first-century church was not perfect, but it faithfully helped others. The church at Jerusalem “divided [their goods] among all, as anyone had need” (Acts 2:45).
Good communication is the starting point for learning others’ needs. This enables us to provide personal and practical help to people when they need it. Resources, both material and spiritual, can then be directed to each person as the object of God’s personal love. — Dennis Fisher
All who serve within the church
Should show by word and deed
A sensitivity to those
Who have a special need. —D. De Haan
God cares for you—care for others.
Santapan Rohani - 2009-6-16
Uang 2000
Baca: Kisah Para Rasul 2:40-47
Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. —Amsal 3:27
Baru-baru ini, keluarga kami harus mengganti penyedia layanan Internet. Penyedia kami yang sebelumnya berjanji akan mengirimkan sebuah kotak kosong untuk membungkus dan mengirimkan kembali peralatan mereka dengan biaya kirim yang telah dibayar. Kami menanti. Tidak ada kotak yang datang. Saya menelepon. Kotak yang dijanjikan belum juga tiba, justru kami menerima tagihan untuk peralatan ini!
Ingin agar hal ini cepat selesai, saya mengirimkan kembali peralatan itu dengan biaya pribadi. Saya mengirimkan sejumlah faks untuk bertanya apakah mereka telah menerimanya—tetapi tidak ada jawaban. Lalu, saya menerima cek pengembalian sebesar Rp. 2.000,- untuk peralatan yang saya kembalikan! Pengalaman seperti itu dapat membuat frustrasi. Suatu transaksi sederhana dipersulit oleh komunikasi yang kurang baik.
Amat disayangkan, sejumlah jemaat di gereja kita mungkin mendapatkan tanggapan yang kurang baik atas kebutuhan mereka. Baik ketika mereka memerlukan konseling pernikahan, perawatan anak, bimbingan bagi remaja bermasalah, atau komunitas yang penuh kasih, mereka justru merasa tidak dipedulikan.
Gereja mula-mula tidak sempurna, tetapi jemaatnya saling menolong. Gereja di Yerusalem “membagi-bagikan [harta miliknya] kepada semua orang, sesuai dengan keperluan masing-masing” (Kis. 2:45).
Komunikasi yang baik adalah titik awal untuk belajar mengetahui kebutuhan orang lain. Hal ini memampukan kita untuk menyediakan bantuan secara pribadi dan praktis bagi mereka yang membutuhkan. Sumber daya, baik materi maupun rohani, dapat ditujukan kepada setiap orang sebagai sasaran dari kasih Allah sendiri. —HDF
Semua yang melayani di gereja seharusnya
Menunjukkan melalui perkataan dan perbuatan
Suatu kepekaan kepada mereka
Yang membutuhkan bantuan khusus. —D. De Haan
Allah peduli kepada Anda—pedulilah kepada sesama.
Add a comment